Dairi

Masyarakat Desa Longkotan Tuntut 4 Janji PT Dairi Prima Mineral Segera Direalisasikan

Masyarakat Desa Longkotan menurut akses jalan menuju PT DPM dan menuntut 4 janji perusahaan untuk segera direalisasikan. Foto (Maruba)

Dairibaru.com, Parongil – Masyarakat Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi menuntut 4 janji dari PT Dairi Prima Mineral (DPM), perusahaan pertambangan yang terletak di desa Sopokomil untuk segera direalisasikan.

Keempat janji tersebut sebagai berikut.

Pertama, kami mohon kiranya janji manis PT DPM kepada masyarakat sekitar kawasan lintasan jalan PT DPM Desa Longkotan supaya direalisasi dan diprioritaskan untuk bekerja di PT DPM (jangan prioritaskan KKN).

Kedua, kesepakatan antara PT DPM dengan si penjual lahan ke PT DPM diutamakan bekerja di PT DPM (surat kesepakatan ada antara PT DPM dengan Muspika dan masyarakat yang telah ditanda tangani).

Ketiga, tanah masyarakat jangan asal diserobot oleh PT DPM (jangan aroganlah). Lalu, keempat, binalah kami sesuai keahlian kami dan mohon jangan kami dibinasakan.

Demikian disampaikan Malum BM dan tiga lagi rekannya mewakili masyarakat Desa Longkotan menuntut  janji  PT DPM yang hingga sekarang tak juga direalisasikan sampai jelanag pergantian tahun ini, yang akhirnya memicu semangat masyarakat Desa Longkotan melakukan penutupan jalan menuju lokasi tambang di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, Kamis (17/12/2020).

Bermodalkan kayu, spanduk, pelepah kelapa dan bambu, mereka berempat bersama puluhan warga Desa Longkotan menutup akses jalan satu-satunya menuju lokasi tambang DPM, dan mengakibatkan, puluhan mobil truk yang keluar masuk untuk mengangkut material bangunan dan kendaraan milik PT DPM tertahan di sepanjang jalan menuju lokasi tambang.

Pantauan wartawan, tampak petugas kepolisian dari Polsek Parongil  berjaga-jaga melakukan pengamanan di lokasi.

Camat Silima Pungga-Pungga Horas Pardede membuka ruang menampung aspirasi dan keluhan warga. Didampingi Kapolsek Parongil, Horas melakukan mediasi antara pihak PT DPM dengan masyarakat dalam hal ini diwakili Rohmalem Boru Bako, Rohmalum Boangmanalu dan Lolo Adzlan Boangmanalu bertempat di Kantor Camat Silima Pungga-Pungga.

Humas PT DPM melalui Fajar Cibro, Rangkap Boang Manalu dan Osdiman Siagian merespon dan meminta waktu 3 minggu untuk menghadirkan atasan PT DPM guna menyelesaikan permasalahan dan tuntutan masyarakat.

Usai mendapat kesepakatan di antara PT DPM dan masyarakat yang juga disaksikan Kapolsek Parongil IPTU HP Purba, Camat Parongil Horas Pardede, Irwansyah Tumanggor mewakili kelurahan, mewakili Koramil 03/Parongil Sertu Suherlin dan Kepala Desa Longkotan, akhirnya jalan yang ditutup sejak pukul 09.00 WIB dibuka pada pukul 16.00 WIB.

Setelahnya, Malum BM mengatakan ke wartawan, tindakan penutupan jalan dilakukan karena sudah setahun masyarakat Desa Longkotan menunggu janji ganti rugi dari pihak PT DPM. Namun, sampai saat ini tidak ada etikat baik dari pihak PT DPM.

Malum juga menjelaskan pihaknya akan kembali menunggu janji dari pihak PT DPM sesuai kesepakatan di kantor camat yaitu bulan atau tahun depan pada tanggal 11 Januari 2021 pihak PT DPM berjanji menghadirkan pimpinan perusahaan untuk memberikan solusi kepada mereka masyarakat di Desa Longkotan. (M/B/S)

To Top