Dairi

Peringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Tiga Ormas Audiensi ke Wabup Dairi

Foto saat audiensi ke Wabup Dairi. Foto (Sondang)

Dairibaru.com, Sidikalang – Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI), bersama Srikandi Pemuda Pancasila, juga Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Dairi melakukan audiensi ke Ketua DPRD, Polres Dairi dan Wakil Bupati Dairi guna mendorong disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) oleh pemerintah Indonesia.

Delphi Masdiana Ujung Ketua DPC FPPI bersama Sekretaris GAMKI Januar Pasaribu didampingi puluhan pengurus dan anggota ketiga organisasi masyarakat dimaksud datang dan menyampaikan aspirasi kalau RUU PKS sangat urgen disuarakan mengingat setiap tahunnya korban kekerasan seksual meningkat secara signifikan di Dairi.

“Kami FPPI, Srikandi PP, GAMKI Dairi di hari peringatan anti kekerasan terhadap perempuan tepat hari ini, 25 November, bermohon supaya bapak Ketua DPRD Sabam Sibarani, bersama pimpinan DPRD Alvensius Tondang juga Ketua Komisi III DPRD Togar Pasaribu ikut mendorong pemerintah pusat melalui DPR RI mengakomodir RUU PKS,” sebut Delphi.

Delphi yang juga Ketua Srikandi PP Dairi menerangkan di awal kalau FPPI Dairi adalah sebuah forum yang konsen serta peduli dengan perempuan dan anak. Pendampingan baik secara hukum dan kekeluargaan sudah berpuluh kasus ditangani dengan mengedepankan keamanan si korban (kekerasan seksual) baik dari pelaku, terlebih keseharian kehidupan korban ke depan, semua didampingi baik itu di fasilitasi pemerintah maupun tidak, mereka yang minta pendampingan FPPI kita tangani dengan kasih dan pemulihan yang setidaknya bisa dan mampu memberi solusi bagi korban dan hukuman bagi si pelaku.

Dephi juga menerangkan setiap tahunnya korban kekerasan sesual di Dairi bertambah dan untuk itu, atas nama masyarakat bersama FPPI, Srikandi PP dan GAMKI memohon bapak ibu wakil rakyat mendukung RUU PKS serta memberi anggaran di APBD melalui dinas terkait di dalam membantu masyarakat korban kekerasan seksual, mendapat perlindungan dan pendampingan hukum, pemulihan fisik dan psikis.

Rumah aman sangat perlu, biaya visum, biaya transport, biaya konseling dan hal-hal lainnya demi mengembalikan kesehatan korban baik fisik dan psikis.

Senada dengannya, Januar Pasaribu Sekretaris GAMKI Januar Pasaribu juga mengatakan kalau kehadiran GAMKI bersama FPPI dan Srikandi PP murni berharap dukungan DPRD untuk mendorong keseriusan pemerintah menangani mereka korban kekerasan seksual.

Januar menjelaskan kalau di kejadian yang sudah terjadi pemerintah terkesan hanya memberi hukuman bagi si pelaku sementara pemulihan bagi si korban menjadi tanggung jawab keluarga si korban dan tidak diperdulikan pemerintah, karenanya mohon dengan peringatan anti kekerasan terhadap perempuan yang kita rayakan hari ini, wakil rakyat kami, bapak ibu yang memegang amanah rakyat berperan aktif turut mendorong pemerintah lebih peduli lagi membantu, mendampingi korban mendapat keadilan hukum dan pemulihan fisik dan psikis lewat anggaran yang di plot di APBD setiap tahunnya.

Jojor Situmorang Bidang Pemberdayaan Perempuan di GAMKI juga turut menguatkan harapan dukungan dan dorongan yang disuarakan secara sepakat lewat Ketua FPPI dan Srikandi PP.

Sabam Sibarani Ketua DPRD Kabupaten Dairi didampingi Alvensius Tondang (unsur Pimpinan DPRD), dan Togar Pasaribu Ketua Komisi III menerima dan menyambut kehadiran FPPI, Srikandi PP dan GAMKI di ruang Komisi II DPRD Dairi, Rabu (25/11).

Dalam tanggapannya, Sabam mengatakan rasa kebanggaannya untuk FPPI yang dalam sepengetahuannya terus-menerus mendampingi perempuan korban kekerasan seksual baik secara hukum terlebih pemulihan traumatik bagi si korban.

“Terimakasih ibu Delphi, mantan Ketua DPRD Dairi, terimakasih untuk tetap peduli dan selalu peduli masyarakat, sungguh saya sebagai ketua DPRD dan secara pribadi bangga akan sepak terjang ibu memperjuangkan rakyat baik dulu ketika kita bersama sebagai wakil rakyat hingga kini ibu sebagai rakyat,” sebutnya.

Atas nama wakil rakyat, dirinya rekan-rekan dewan akan menyampaikan aspirasi bapak ibu yang hadir sekarang ini di rapat akhir fraksi minggu ini mengingat sidang banggar sudah selesai kemarin, tapi tidak ada kata terlambat, kami akan upayakan, aspirasi yang disampaikan ibu ketua FPPI dan Srikandi PP juga sekretaris GAMKI segera diterima dan ditampung di rapat akhir fraksi nanti.

Alvensius Tondang, unsur Pimpinan DPRD juga mengamini tanggapan Ketua DPRD Sabam Sibarani.

“Kami sepakat akan membawa hasil pertemuan kita ini di sidang akhir fraksi, kami akan berupaya usulan ibu bapak diakomidir kawan-kawan dan diokekan pemerintah mengingat perlunya penanganan serius terhadap korban kekerasan seksual, kami akan terus memantau dan siap bersinergi dengan FPPI, Srikandi PP juga GAMKI melayani masyarakat,” sebutnya.

Hal yang sama di aula polres Dairi juga disuarakan FPPI, Srikandi PP dan GAMKI dan  yang menerima serta memberi ruang dilakukan Wakapolres Dairi Kompol DP. Silalahi, SH dan KBO Reskrim Iptu Jalo Manullang.

Wakapolres Kompol DP. Silalahi mengatakan Polres Dairi sangat senang dengan kehadiran FPPI, Srikandi PP dan GAMKI dan siap mendengar serta menampung aspirasi terkait peringatan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang disuarakan oleh ketiga ormas.

“Kami polisi siap memberi perlindungan bagi semua masyarakat, yang bersalah di hukum dan yang korban kita lindungi sesuai aturan peraturan negara,” jelasnya.

Di ruang rapat wakil Bupati Dairi, FPPI, Srikandi PP dan GAMKI juga diterima langsung wakil Bupati Jimmy Lukita Sihombing.

Jimmy didampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan dan berjanji akan menyampaikan usulan ke tiga ormas ke bupati Dairi.

“Saya akan sampaikan aspirasi ini ke Pak Bupati dan dinas terkait nanti bisa bersinergi dengan ibu dan bapak untuk memberi pendampingan dan perlindungan bagi para korban kekerasan seksual,” tegasnya.

Pantauan media ini, peringatan hari anti kekerasan terhadap perempuan yang dilaksanakan FPPI, Srikandi PP dan GAMKI berlangsung dengan baik dan dilanjut dengan kegiatan dialog interaktif di radio swasta dengan menghadirkan narasumber Veryanto, Komisioner Komnas Perempuan, Polres Dairi (Tugiono, Manullang dan Betry-Kanit PPA) dan Oslyne Pasaribu-DPD FPPI Sumut serta Delphi Masdiana Ujung dan juga tiga orang korban kekerasan dampingan FPPI, dengan keterangan 1 orang korban perkosaan langsung, 1 orang-putrinya korban perkosaan ayah tirinya, 1 orang korban KDRT. (Sondang)

To Top