EkBis

Perindagkop Dairi bersama BRI Sosialisasi Penggunaan QRIS bagi Pelaku UMKM

Pihak BRI Cabang Sidikalang menjelaskan penggunaan QRIS bagi sejumlah pelaku UMKM, Selasa (8/9/2020). Foto (BS)

Dairibaru.com, Sidikalang – Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS adalah standar kode QR nasional untuk memfasilitasi pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet digital, dan mobile banking.

QRIS merupakan terobosan Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang ditujukan untuk mewujudkan sistem pembayaran yang lebih mudah dan dapat diawasi regulator dari satu pintu.

Kehadiran QRIS memungkinkan berbagai Penyedia Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berbasis QR dapat diakses hanya dalam 1 kode QR. Artinya, meskipun aplikasi pembayaran digital yang digunakan oleh konsumen berbeda-beda, namun pihak toko cukup menyediakan 1 kode QR saja.

“Dengan QRIS, bapak ibu bisa melayani pembayaran digital dari berbagai bank dan e-wallet, seperti OVO, Gopay, Dana, LinkAja, hingga ShopeePay. Dengan menggunakan QRIS, bapak ibu Merchandise (pengusaha) turut menumbuhkan cashless society dan meminimalisir resiko peredaran uang palsu yang dapat merugikan masyarakat,” demikian disampaikan Melda Marpaung Foundation Officer BRI cabang Sidikalang di acara sosialisasi alat bayar masa kini yang dilaksanakan dinas Perindagkop Dairi dengan mengundang beberapa merchandise (pengusaha) UMKM di Gedung Kantor Perindakop di Jalan Pandu Sidikalang, Selasa (8/9).

Melda didampingi Kadis Perindagkop Olo Hasugian dan Kabid UMKM Pasaribu menerangkan pembayaran dengan alat bayar link aja, Gopay, OVO, adalah produk BI yang menjadi satu kesatuan dengan bank BRI untuk memberlakukan sistem alat bayar, dan ini untuk meminimalisir penggunaan uang tunai.

Diterangkan Melda, target untuk kota Sidikalang, pasar Sidikalang dan Tigalingga sudah berjalan dan terus berproses dengan harapan semakin banyak Merchandise (pengusaha) tahu alat bayar ini, maka dengan sendirinya masyarakat akan mengerti era transaksi pembayaran yang makin menuju moderennya sistem perputaran uang di dunia usaha, era digitalisasi pasar.

Oloan Hasugian Kadis Perindagkop di sesi pengarahan sosialisasi ini menerangkan penggunaan alat bayar yang diperkenalkan ini bertujuan untuk mempercepat pengusaha melakukan transaksi dengan sistem non tunai untuk tujuan menciptakan peningkatan ekonomi secara global.

“Semakin cepat proses transaksi dilakukan semakin cepat perputaran uang terdeteksi merugi atau menguntungkan,” katanya.

Ia juga menambahkan UMKM secara umum adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah, dan merupakan satu kegiatan usaha perdagangan atau usaha perniagaan yang pengelolaannya dilakukan oleh individu atau perorangan serta badan usaha dengan lingkup kecil yang lebih dikenal dengan istilah mikro.

Kata Oloan, untuk kabupaten Dairi sendiri sasaran sosialisasi alat bayar sistem perbankan dengan link aja, gopay,OVO dan sejenisnya akan terus dilakukan kepada pengusaha UMKM yang meliputi usaha kecil, usaha kuliner, usaha fashion, usaha pertanian, usaha elektronik juga usaha furniture.

“Kita berharap dengan adanya sosialisasi alat bayar ini, pengusaha dan masyarakat makin memahami era digitalisasi,” sebutnya.

Salah seorang peserta sosialisasi, Danang Kuswanto pendiri Ojek Online dengan nama Ojek Kita mengatakan kepada Dairibaru.com, kegiatan sosialisasi ini sangat tepat dan bermanfaat bagi usahanya mengingat sekarang ini semua sudah serba digitalisasi dan alat bayar dengan penggunaan gopay, OVO dan sejenisnya sangat mempermudah dirinya untuk mengetahui perputaran keuangan usahanya setiap hari.

Ia menyebutkan memang untuk saat ini mitra usahanya masih berjumlah sekitaran 60-an dan drivernya sekitar 40 orang dan aktif sekitar 50 persen.

Danang mengucapkan terimakasih kepada pemkab dalam hal ini dinas perindagkop yang memfasilitasi mereka Merchandise mendapatkan edukasi alat bayar dari bank BRI cabang Sidikalang. (B-S)

To Top