Dairi

Akibat Curah Hujan Tinggi, Jembatan Darurat di Desa Ujung Teran Nyaris Ambruk

Kondisi Jembatan di Dusun Matanari. Foto (BS)

Dairibaru.com, Tigalingga – Seno, pedagang kerupuk keliling mengatakan setiap hujan lebat di Tigalingga, jembatan darurat berbahan batang pohon kelapa di Dusun Matanari, Desa Ujung Teran, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi pasti sulit dilewatinya. Akibatnya, stok kerupuk langganannya di sejumlah kios-kios di dusun tersebut sering habis.

“Tiap hari saya pasti ke Dusun Matanari dan melewati jembatan darurat itu dan bila musim penghujan, pasti saya tidak bisa lewat mengantar kerupuk ke kios-kios di sana,” keluhnya saat bertemu Dairibaru.com di lokasi jembatan tersebut, Selasa (1/9/2020).

Kondisi jalanan bila curah hujan tinggi. Foto (BS)

Seno juga menyampaikan karena kondisi jembatan yang sudah tiga tahun ini belum diperbaiki dan hampir ambruk, termasuk jalanan yang rusak, dirinya dan masyarakat yang tinggal di Dusun Matanari sungguh berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalanan dan membangun jembatan permanen mengingat jembatan inilah satu satunya penghubung Dusun Matanari dengan dusun lainnya.

Saat wartawan Dairibaru.com melintasi jembatan menuju Dusun Matanari, genangan air dan jalanan berbatuan terlihat menakutkan untuk dilewati kendaraan roda dua, apalagi roda empat. Dan pada saat itu, 50 meter sebelum mendekati jembatan, sebuah mobil avanza berwarna putih terparkir di pinggir jalan ditinggal pemiliknya karena tidak bisa melewati jembatan yang di bawah jembatan mengangga jurang dalam.

Menanggapi keluhan Seno ini, media ini berusaha meminta informasi kepada pihak pemerintah desa setempat. Saat menyambangi kantor desa, terlihat kantor tutup dan tidak ada aktifitas.

Sipayung, seorang warga setempat membenarkan akibat curah hujan yang tinggi membuat jalanan dan jembatan rusak dan hampir ambruk. Ia berharap pemerintah secepatnya memperbaiki jalanan dan membuat jembatan permanen sehingga masyarakat dapat tenang beraktifitas. (B-S)

To Top