Pendidikan

Oknum Kepala Sekolah di Tigalingga Diduga Kuasai Dana BOS Selama 14 Tahun

ASA, Kepsek SDN 034789 Matanari menyampaikan penjelasan pengelolaan dana BOS di sekolah yang ia pimpin, Selasa (1/9). Foto BS

Dairibaru.com, Tigalingga – Banyak cara untuk mengakali anggaran pendidikan, khususnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang mengalir ke sekolah-sekolah penerima program BOS. Modus penyelewengan pengelolaan dana BOS diduga terjadi di SDN 034789 Matanari di Desa Ujung Teran, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi.

Kepala Sekolah berinisial ASA sejak menjabat kepala sekolah (Kepsek) di sekolah tersebut lebih dari 14 tahun diduga telah menguasai pengelolaan dana BOS yang diperuntukkan bagi sekolah yang dipimpinnya.

Temuan Dairibaru.com, di sekolah yang lokasinya lebih dari 8 km dari kota Tigalingga, Selasa (1/9), ASA membelanjakan sendiri dana BOS tanpa pernah melibatkan sejumlah pihak seperti bendahara BOS, Komite, dan yang mewakili orangtua.

EG, bendahara BOS sekolah tersebut pun mengakui ke Dairibaru.com di hadapan ASA sendiri, kalau dirinya tidak pernah mengelola dana BOS.

“Selain menandatangani pencairan di bank, saya tidak pernah belanja dan tidak tahu kemana saja dana BOS dibelanjakan pak kepsek,” sebut EG dan langsung disela ASA sambil berkata tidak ada seperti itu ibu.

Supaya tidak terjadi adu mulut atau pertengkaran, EG sendiri terlihat mengalah dan membiarkan ASA membela diri.

Media ini pun minta izin ke kepsek untuk menjelaskan dan memperlihatkan bukti-bukti pengelolaan dana BOS yang harus dipertanggungjawabkannya, akan tetapi hingga hampir setengah hari, ASA tidak bisa menunjukkan satu lembar kwitansi belanja, kwitansi pemberian honor, juga fisik barang yang disebutkannya tidak ada, kecuali tiga dus buku mata pelajaran yang baru dibawa dari salah satu rumah guru.

EG sendiri juga mengatakan kalau dirinya tidak menyimpan satupun bukti masuk dan keluar pengelolaan dana BOS sekolah mereka.

Sebelumnya Dairibaru.com menerima laporan lewat telepon dari salah seorang orangtua murid yang memberitahu bahwa sejak covid-19, kepsek SDN 034789 tidak pernah terlihat mendatangi sekolah atau sekadar mengunjungi siswanya di rumah masing-masing dan sebelum covid-19 juga jarang ke sekolah dan tidak peduli dengan situasi sekolah yang membutuhkan banyak perhatian serius dari seorang kepala sekolah.

“Ibu bantu datang ke sekolah di desa kami, pak kepseknya tidak pernah masuk, pengelolaan dana BOS tidak pernah melibatkan orang tua,”sebutnya dari ujung telpon.

Dairibaru.com langsung mendatangi sekolah dua minggu lalu dan betul pada saat itu ASA tidak masuk sekolah, dicari tahu di rumahnya pada Senin (31/8) pada pukul 10.00 WIB (jam belajar), ASA pun tidak berada di rumah tapi sedang memancing ikan di kolam pancing di seputaran rumahnya dan baru pada hari Selasa (1/9) masuk sekolah, itupun hanya untuk memenuhi janji bertemu ulang dengan media ini di sekolah. (B/S)

To Top