Dairi

Bupati Dairi Imbau Masyarakat Awasi Peredaran Pupuk Subsidi

Ripmo Padang (menghadap kamera pakai jaket putih) Kabid Pengendalian Pengawasan Sarana Distribusi Perdagangan Perindagkop sedang berbincang dengan salah seorang pemilik kios di Batu 10, Kecamatan Sinehu beberapa waktu lalu. (Foto-Humas)

Dairibaru.com, Sidikalang – Bupati Dairi Eddy Kelleng Ate Berutu memerintahkan Komisi Pengawas Pupuk Subsidi dan OPD terkait untuk turun langsung ke lapangan dan mengimbau seluruh pemilik kios dan pengecer supaya menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan dan masyarakat harus turut berperan serta mengawasi peredaran pupuk di desa masing masing.

Bupati juga juga memerintahkan beberapa OPD terkait harus bertindak sigap dalam menyikapi keluhan masyarakat dan mengutamakan kebutuhan masyarakat petani.

“Pemerintah harus selalu memantau perkembangan harga pupuk yang ada di Dairi karena pertanian merupakan salah satu visi dan misi Pemkab Dairi. Petani kita tidak boleh mengeluh tentang harga, untuk itu kita akan selalu sigap terhadap apa saja keluhan yang dirasakan oleh masyarakat,”ujar Kadis Perindagkop UKM mengutip arahan Bupati Eddy Berutu.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Dairi Oloan Hasugian mengatakan ke wartawan, bahwa tim Dinas Perindagkop dan UKM Dairi telah menelusuri langsung beberapa kios pengecer yang ada di Kabupaten Dairi.

“Kita telah lakukan penelusuran langsung ke lokasi dan kita melakukan pertemuan dengan para pemilik kios dan pengecer tersebut. Beberapa kios dan pengecer yang kami temui, mereka mengakui menjual pupuk Subshidi sesuai dengan HET yang sudah ditentukan. Kita akui, ada beberapa kios yang belum berhasil kita temui, namun kami akan tetap melakukan upaya untuk bertemu dan mengimbau supaya menjual harga pupuk sesuai dengan HET yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Oloan juga menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian tim Perindagkop ke lapangan, beberapa ketua kelompok tani menyampaikan bahwa ada isu berita di minggu lalu, yang mengatakan bahwa pupuk subsidi dijual di atas HET adalah tidak benar adanya. Harga per sak (50 kg) urea adalah sebesar Rp 90 ribu sesuai dengan HET dan ada penambahan harga sebesar Rp 10 ribu untuk setiap sak adalah merupakan hasil kesepakatan antara kios dan pengecer dengan kelompok tani (sebagai ongkos antar kelompok tani), sedangkan harga tebus pupuk untuk 32 kg adalah sebesar Rp 70 ribu dan bilamana ada kios-kios yang menaikkan harga akan ditindak,“ tutup Oloan Hasugian.

Zulmi seorang petani mengaku warga sebelas Kecamatan Sinehu mengatakan ke Dairibaru.com, mereka petani memang diarahkan belanja pupuk di sekitaran Kecamatan Sinehu, dan pernah memang mengalami harga per sak urea lewat HET tapi ya sudahlah dari pada tanaman di ladang tidak memakai pupuk, mau tidak mau pupuk wajib beli dan berharap panen melimpah dan harga bisa mengembalikan modal dan meningkatkan perekonomian petani. (B/S)

To Top