EkBis

Mahasiswa Asal Silima Pungga-Pungga Ajak Pemuda Ciptakan Ekonomi Kreatif

Sejumlah mahasiswa asal Silima Pungga-Pungga bersama Pemerintah Desa Sumbari, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi. Foto (Iglesias)

Silima Pungga-Pungga, Dairibaru.com – Dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi terutama di desa-desa, mahasiswa harus ikut mendorong pemuda-pemudi di desanya untuk bergerak melihat peluang ekonomi kreatif secara cermat. Peluang usaha tersebut dapat dimakasimalkan dan dirintis bersama agar dapat memajukan pertumbuhan ekonomi di desa melalui semangat kreatifitas anak muda.

Sejumlah mahasiswa-mahasiswi asal Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi menginisiasi sebuah Gerakan Pemuda Ciptakan Ekonomi Kreatif. Mahasiswa yang tersebar di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia ini sangat beruntung dapat mengecam pendidikan dibangku kuliah.

Meskipun dengan latar belakang ekonomi yang pas-pasan, mereka gigih berjuang demi mengapai cita-citanya. Kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk berkontribusi ke kampung halaman.

Menurut Iglesias Panjaitan, Penggagas Gerakan Pemuda Ciptakan Ekonomi Kreatif ini menyampaikan bahwa rencana mereka untuk mengajak pemuda-pemudi di Kecamatan Silima Pungga-Pungga untuk bangkit ciptakan ekonomi kreatif telah dikomunikasikan dengan pemerintah setempat seperti Lurah dan Kepala Desa (Kades). Lurah dan Kades sangat mengapresiasi rencana gerakan yang diiniasi mahasiswa ini.

“Dengan bekal latar belakang ilmu yang beragam, kami optimis untuk mengajak pemuda-pemudi berkolaborasi menciptakan ekonomi kreatif di Kecamatan Silima Pungga-Pungga melalui UMKM di setiap Desa. UMKM ini akan kami arahkan untuk dikelola langsung oleh Karang Taruna selaku lembaga pembinaan dan pemberdayaan pemuda-pemudi. Tidak hanya itu, pengembangan desa wisata juga menjadi sasaran dan target kami,” ujar Iglesias yang merupakan Mahasiswa Hukum Universitas Jambi itu.

Berdasarkan survei yang dilakukan rekan-rekan mahasiswa ini, mereka telah menampung informasi terkait kendala maupun faktor penghambat kurangnya inovasi pemuda-pemudi. Survei yang dilakukan dalam bentuk diskusi santai dan ringan membangun sebuah harapan demi mewujudkan pemuda-pemudi yang inovatif dan kreatif.

Kegiatan ini direncanakan akan diawali dengan sosialisasi tentang kepemudaan yang diselenggarakan di setiap desa secara bergiliran di Kecamatan Silima Pungga-Pungga, tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan di tengah upaya bersama memerangi penularan pencegahan covid-19. Dalam kegiatan tersebut, mereka mengajak banyak pihak untuk melihat dan menata masa depan pembangunan desa tanpa menyampingkan sumber daya manusia-nya.

Hal sama juga disampaikan Ketua yang juga Koordinator Gerakan Mahasiswa Dorong Pemuda Ciptakan Ekonomi Kreatif, Andri Pakpahan menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tantangan baru bagi mereka untuk dapat menyalurkan gagasan-gagasan baru di sertiap desa.

“Tapi saya tetap yakin bahwa teman-teman mahasiswa tetap semangat dan pantang menyerah dan dapat berkontribusi melalui ilmu yang ada untuk kemajuan pembangunan di desa,” tambah Andri Pakpahan yang tercatat sebagai mahasiswa USU.

Solidaritas dari mahasiswa ini patut untuk tetap dijaga dan dapat tercipta di banyak daerah di Kabupaten Dairi. Dimana selaku generasi penerus bangsa, muda-mudi harus berani menciptakan perubahan demi kemajuan bangsa ini. Pembangunan dari pusat tidak akan berarti apa-apa jika tidak dilanjutkan hingga ke pelosok negeri ini. (Igl)

To Top