Nasional

Mahasiswa Asal Dairi se-Indonesia Bagikan Sembako bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Mahasiswa asal Dairi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Dairi (APD) berbagi sembako bagi masyarakat terdampak covid-19. Foto (dibaktinews)

Sidikalang, Dairibaru.com – Mahasiswa asal Dairi se-Indonesia yang tergabung dalam wadah Aliansi Peduli Dairi (APD) melakukan bakti sosial berbagi sembako bagi masyarakat kurang mampu terdampak covid-19 di Kabupaten Dairi.

APD merupakan organisasi yang tergabung dalam aliansi di seluruh Indonesia seperti IMADIO, IMDA Palangkaraya, IMDA Lhokseumawe, IMDA UNIMED, IKAMDA Jambi, PARPADI UNSRI, AUDIMA, PMDP Pekanbaru, IMADA, MADA ITERA, IMARADA Bengkulu, GEMA Dairi, KM3D Bandung, HIMPADA-N, IMSD Jakarta, Panjat, dan FORMADA IAKN.

Menurut Ketua APD Natanael Simanungkalit, APD yang dibentuk oleh mahasiswa asal Kabupaten Dairi dari berbagai universitas atau perguruan tinggi se-Indonesia merupakan gerakan kepedulian terhadap masyarakat terdampak pandemi covid-19 yang terjadi di Kabupaten Dairi.

“Kita ketahui bahwa pendemi covid-19 telah menyebar luas dan sangat berdampak bagi masyarakat dan mempengaruhi kondisi ekonomi. Melalui gerakan sosial itu, kami berharap sedikit membantu bagi masyarakat dalam berjuang melawan covid-19,” kata Natanael pada Jumat (11/5/2020) lalu.

Natanael menambahkan APD bersatu dalam Gerakan Peduli Dairi selanjutnya menghimpun dana dan kemudian disalurkan bagi masyarakat yang membutuhkan. Gerakan yang dibuat, berupa open donasi baik itu berupa uang ataupun materi, aksi kreativitas, serta bazar menu berbuka puasa.

“Uang yang terkumpul disalurkan dalam bentuk sembako sebanyak 200 paket kepada masyarakat yang membutuhkan, serta sumbangan masker dan hand sanitizer yang diserahkan bagi beberapa posko pencegahan covid-19 di Kabupaten Dairi,” tambahnya.

Melalui gerakan tersebut, sambungnya, mereka berharap masyarakat akan sedikit terbantu dalam masa pendemi yang masih mewabah. Selain itu lewat gerakan yang mereka lakukan pemerintah dapat melihat masih banyak masyarakat yang belum mendapat bantuan atau masih memerlukan bantuan.

“Kami berharap melalui gerakan ini, pemerintah dapat memberikan kebijakan-kebijakan dalam memerangi covid-19. Masyarakat juga diimbau untuk ikut bekerjasama dalam pemutusan mata rantai penyebaran wabah virus ini, karena memerangi covid-19 adalah tugas kita bersama,” ujar Natanael.

Ia juga menyemangati agar masyarakat tetap semangat dan jangan panik.

“Kita harus tetap semangat dan jangan panik, mari kita sama-sama berdoa agar pendemi ini dapat segera berakhir, sehingga masyarakat dapat beraktifitas normal kembali,” harapnya. (*)

To Top