Sumut

Gubsu : Sumut Tak Akan Maju Kalau Masih Ada Kades ‘Hau-Hau”

Gubsu Edy Rahmayadi. Foto (monalisanews)

Lubuk Pakam, Dairibaru.com – Usai melakukan kunjungan kerja ke Dairi, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi kembali menggelar kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Deliserdang.

Sebanyak 380 kepala desa (Kades) dan puluhan Lurah serta 22 Camat mendapat motivasi dari Gubsu agar sungguh-sungguh memakmurkan kesejahteraan rakyat.

“Sumut tidak akan tertata dan tidak akan pernah maju kalau masih ada Kades bersifat ‘hau-hau’ (cuek dan kerja kurang becus melayani rakyat -red),” kata Edy usai melaunching penyelenggaraan penghasilan tetap para Kades se-Deliserdang bersama Bupati Ashari Tambunan dan Wabup Zainuddin Mars di Balairung Pemkab, Lubukpakam, Selasa (29/1).

Edy Rahmayadi mengaku paling sering datang ke Deliserdang, namun kedatangan kali ini mau berbicara khusus ke Camat dan Kades karena mereka yang bekerja di lapangan. Berbicara itu menurutnya merupakan wewenang dia dan tidak ada yang boleh menolaknya.

“Senang atau tidak senang, saya punya amanah menjadi Gubernur Sumut. Yang tidak senang duduk diam saja. Karena ini amanah yang harus saya sampaikan,” ungkap Edy saat beri arahan.

Menurutnya, kalau Kabupaten Deliserdang masih seperti begini berarti merupakan salah para Kades. Karena sehebat apapun Gubsu dan Bupati, kalau Kades masih ‘hau-hau’ diperparah Camat cuek maka tidak akan bisa benar Deliserdang.

Kemudian, Gubsu terlihat menyampaikan arahan dibantu operator dengan menggunakan konsep presentasi. Banyak gambar dan video yang ia tunjukkan ketika itu, dimana ia berharap Sumut ke depannya bisa jauh lebih maju dari yang sekarang.

Edy juga bercerita tentang kekesalan pada salah satu Kades dan Camat yang memungli anaknya saat urus KTP. Namun ia tidak mau menyebutkan kapan dan dimana kejadiannya.

“Anakku mau ngurus KTP nyogok. Kades paok (bodoh -red) itu memang. Enggak ditanyanya dulu anak siapa kau. Anakku nyogok Rp 50.000 untuk dapatkan pengantar. Lalu di Kecamatan bayar Rp150.000. Camat Goblok,” kesalnya sembari memotivasi Kades agar meninggalkan pola pikir demikian.

Sebelumnya, bupati dalam sambutan mengaku sangat terhormat dengan kunker Gubsu. Karena menurutnya, kehadiran Gubsu sangat penting dan menandakan kepedulian kepada Deliserdang yang merupakan bagian dari Sumut.

“Saya kakak kelas dari pak Edy Rahmayadi. Ketika ia menjadi Pangdam I/BB, saya sampaikan bahwa tak ada kebanggaan yang lebih dirasakan seorang kakak ketika adeknya menjadi tokoh yang lebih besar dari kakak itu sendiri, apalagi saat ini sudah menjadi Gubsu,” kata Ashari Tambunan.

Menurut Ashari, Kabupaten Deliserdang luar biasa karena miliki penduduk 2.100.000 jiwa dan luas 2.500 Km persegi, serta letaknya strategis mengelilingi 2 Kota Madya yaitu Medan dan Binjai.

“Dari posisi ini, bisa dibayangkan letak strategis Deliserdang yang akan lokomotif percepatan pembangunan di Sumut. Oleh karenanya, kami berharap perhatian Gubsu. Deliserdang maju, maka keinginan bapak menjadikan Sumut bermartabat akan lebih mudah dan lebih mungkin diwujudkan,” katanya. (sumutpost/btr/han)

 

 

To Top